menu melayang

19 Desember 2019

Kenapa Harus Properti

Kenapa Harus Investasi Properti-https://www.jualrumahmurah.net/

Ada banyak jenis investasi yang bisa Anda geluti. Saham,emas,perdagangan,deposito,,jasa,properti dan lainnya. Hanya saja kenapa pilih properti? apakah investasi yang lain tidak menarik? ada beberapa hal yang  diunggulkan investasi properti dibanding investasi lainnya,diantaranya adalah sebagai berikut:

Investasi Yang Pasti

Saham,bisa saja Anda mendapatkan keuntungan 100% dalam hitungan hari bahkan jam. Terutama forex,sangat cepat berubah-ubah,bisa untung besar bisa buntung besar.
Emas,juga pasti naik kok,tetapi  juga ketergantungan pada kondisi ekonomi juga sangat kuat.

Deposito,lebih menyenangkan,karena deposito sangat tergantung pada situasi nilai dari mata uang yang bersangkutan,inflasi,suku bunga,SBI,dll.Namun bagi yangmuslim deposito adalah produk rawan riba.

Usaha perdagangan atau usaha apapun,tentunya juga bisa terlihat dari fluktuasi nilainya,mempunyai kecenderungan turun dan naiknya tergantung pada kepandaian kita mengolah usaha kita dan situasi ekonomi secara umum.

Yang paling menyenangkan tentunya adalah properti. Jelaslah investasinya. Pasti ada wujudnya dan pasti bisa kita rasakan hasilnya,jauh dari praktek judi dan ketidakpastian,karena setiap manusia pasti butuh tempat tinggal.

Nilai Yang Meningkat Setiap Tahun

Jika kita tahun ini beli properti Rp150 juta maka tahun depannya akan terjadi peningkatan harga dari nilai sebelumnya. Didalam properti juga ada istilah naik turun. Contoh di Yogyakarta,misalnya,ada bencana alam,tentunya nilai properti daerah tersebut akan menurun akibat lesunya perdagangan dan perputaran ekonomi,banyak properti dijual dibawah harga pasar.

Akan tetapi,serendah-rendahnya dibawah harga pasar akan tetap lebih mahal dibandingkan dengan harga saat mereka beli. Misalkan,harga pasaran Rp500 juta mereka bisa jual hanya dengan Rp350 juta. Akan tetapi tentu harga Rp350 juta adalah harga rugi hari ini. Mungkin dulu harga belinya cuma 350 juta bahkan kurang dari itu. Tentunya itu tidak menjadi masalah. Untung pakailah.

Secara umum serugi-ruginya Anda bermain properti tidaklah akan memakan harga beli Anda pertama kali. Dalam hitung-hitungan matematika total selalu akan berakhir dengan bahagia dan menyenangkan.

Wait... tentu saja ini pengecualiannya,yaitu:

  • Kalau Anda baru beli dan seminggu kemudian dijual rugi karena ternyata daerahnya tidak aman, baru saja ada pembunuhan, rumahnya kena banjir, lingkungan tidak sesuai dengan Anda,dll. Itu sih namanya salah beli properti.
  • Kalau ternyata dalam beberapa waktu kemudian properti yang Anda beli ternyata ada penggusuran/masuk jalur hijau. Anda terpaksa menjual ke pemerintah dengan harga lebih murah daripaa harga beli Anda. 
  • Atau memang Anda salah beli,jadi terpaksa rugi daripada tidak ada hasil sama sekali, Beli kos-kosan ternyata tiap bulan merugi puluhan juta,daripada bangkrut lebih baik dujual rugi tentunya.

Akan tetapi secara umum Anda kalau main properti menangnya menang,kalau kalah ya rugi tapi tetap untung karena untung pakai. Apalagi kalau dihitung sewa dalam nominal rupiah tentu akan lebih menegaskan kalau main properti lebih banyak untungnya daripada ruginya.

Tidak Akan Pernah Hilang

Mungkin daerah Anda kebanjiran,kena gempa,kebakaran,kena awan panas,bagaimanapun juga properti Anda akan tetap ada. Tanahnya akan selalu ada walaupun mungkin bangunannya sudah tidak ada. Sedangkan kalau investasi lain. Anda bermain saham misalnya habis ludes ya ludes,apalagi jika kena krisis.

 Atau investasi reksadana,misal tempat Anda menanamkan modal reksadana tidak bonafid atau perusahaannya kabur,semua keuntungan akan hilang bersama aset Anda. Atau misal dalam bentuk perdagangan,klien Anda hilang,tertipu,bisnis sepi, kena kebakaran,bencana alam,kerusuhan,dll. Semua akan habis,Anda terpaksa memulai memulai bisnis dari awal lagi. Bahkan kalau Anda rugi ternayata memakan modal awal Anda. Kebanyakan dari dunia bisnis Anda bisa sampai jatuh dan semua akan habis,tidak tersisa alias hilang.

Bisa Diwariskan Anak Cucu

Bisnis mungkin bisa diwariskan ke anak cucu,tetapi dari sejarah mencatat kalau bisnis keluarga selalu jatuh pada generasi ke-3. Misal investasi saham, apakah bentuk sahamnya masih ada, atau malahan perusahaan investasi sahamnya masih ada atau malahan sudah kabur? apakah nilainya juga sesuai dengan pertambahan nilai seiring dengan perubahan zaman? mungkin properti juga begitu,siapa tau kita akan bergerak ke planet mars,akantetapi pergeseran generasi ke generasi properti masih menjadi rajanyadalam hal warisan. Sesuatu yang dibagi ke anak cucu,properti masih merupakan hal utama yang selalu diprebutkan atau jadi perhatian utama.

Dapat Diperjual Belikan

Saham atau forex, kalau Anda beli dan jual hanya bisa dipasar saham atau forex,tidak bisa antar pribadi,tidak bisa secara tradisional langsung ke msayarakat. Sementara kalau Anda jual dipasar saham ada resiko harga turun dan tunggu momen yang tepat untuk menjualnya.
Akan tetapi properti bisa,mau jual ke pengembang bisa atau ke perorangan juga bisa,semua transaksi bisa dilakukan tanpa prosedur yang rumit asal surat-suratnya lengkap. Yang penting bau=yar pajak dan melalui notaris,tentu saja sah jual belinya.

Bisa Mendapatkan Income Dari Mengkaryakan Properti

Emas disewakan? tidak bisa, digadaikan bisa. Kalau properti digadaikan sertifikatnya jelas bisa. Misalnya motor,mobil atau transportasi laindi digadaikan dan sewakan,jelas bisa,tetapi nilainya akan selalu bertambah atau malahan berkurang setiap tahunnya?

Hanya properti yang mampu mendapatkan uang dari mengkaryakan properti yang kita punya. Bahkan kita bisa memberikan nilai tambah. Misalnya rumah baru saja disewa Syahrini,seorang artis kemudian disewakan maka nilainya akan lebih tinggi dibandingkan dengan rumah biasa.

makin bernilai secara histori,maka sewa sebuah rumah akan semakin mahal. Semakin lama ditinggali,maka semakin mahal pula rumah tersebut untuk dikaryakan. Coba Anda jual atau sewakan rumah yang sudah bertahun-tahun tidak dihuni,tidak pernah ditempati bahkan sudah menjadi legenda sebagai rumah hantu,tentu harga yang Anda dapatkan tidak akan maksimal dibandingkan dengan rumah yang selalu berpenghuni.

Sebagai Status Tempat Tinggal

Bila Anda berkenalan dengan orang kemudian ditanya dimana Anda tinggal,jika rumah Anda berada dikawasan elit maka tentunya Anda dengan bangga akan menyebutkan nama perumahannya atau kawasan perumahannya.Secara tidak langsung dengan menyebutkan alamat rumah Anda maka Anda akan menyebutkan status sosial yang Anda miliki.

Bahkan,Anda dengan sengaja menyebutkan di mana letak rumah Anda,hanya untuk menyebutkan status ataupun kekayaan Anda. Akan jadi sebuah kemenangan ketika kita mempunyai status yang lebih tinggi daripada lawan bicara,sehingga kita dapat lebih dihormati dan lebih disegani orang, orang lain tidak memandang kita rendah dan malahan kita dapat dengan memudah memulai relasi bisnis baru dengan orang baru.

Jaminan Perasaan Nyaman Dan Aman

Buat Anda yang belum memiliki rumah. Bagaimana perasaan Anda? Apakah tenang? nyaman? atau masih selalu kepikiran tahun depan maua kemana? numpang siapa lagi? amau memperpanjang kontrak dengan orang tua/mertua? tidakkah memiliki sesuatu hal yang membuat nyaman dan merasa aman. Tinggal di rumah sendiri, milik sendiri, mau diapaikan,maua ngapain aja tenang,bebas dan merdeka.

Tinggal numpang orang? rumah mau diapaikan tidak bisa,rumah mau dirombak jelas tidak bisa. Kita mau ngapain aja merasa tidak bisa bebas,pulang terlalu malam sudah bingung,mau berkspresi di rumah orang tidaka akan bisa sepenuhya bisa.










Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel