menu melayang

15 Januari 2020

Jurus Beli Properti Tanpa Uang 2

Jurus Beli Properti Tanpa Uang 2

Ketika Anda membaca judul ini apa yang Anda pikirkan? Penipuan? Bayarnya pakai apa kalau tidak pakai uang? Pakai Daun? Istilah tanpa uang sebenarnya tidak tepat. Hanya saja eforianya kesana. Tentu orang lebih terkesima sehingga berbondong-bondong menggunakan istilah yang sama.

Istilah tanpa uang sebenarnya adalah:

  1. Anda menghindari membayar tanda jadi,atau istilah yang telah dipopulerkan para pakar properti sebelumnya adalah mematahkan tanda jadi. Alias Anda tidak membayar dulu tanda jadinya. 
  2. Mematahkan uang muka atau DP, bagaimana caranya Anda menghindari uang muka. Ini dapat dilakukan kalau caranya tepat,kalau alasannya tepat dan kita memberikan sesuatu yang setimpal.
  3. Bilamana Anda keluar modal,ketika diperhitungkan dengan keuntungan total yang akan didapatkan kita masih surplus. Kita malahan mendapatkan untung dengan membeli properti orang lain. Misalnya Anda keluar uang Rp500.000 untuk sebuah rumah Rp500.000.000, maka 500 ribu dibanding 500 juta tentu cara ini dapat disebut sebagai tanpa uang. Dengan perbandingan antara modal awal dengan hasil yang didapatkan sedemikian jauh nilainya maka dengan mudah Anda mengatakan ini tanpa uang.

Hanya saja pembelian ini adalah proses awal dan ini pun belum disebut sebagai memiliki rumah tanpa uang. Sebuah proses panjang yang urutannya harus kita pahami,supaya kita bisa menjadi pemenang, Begitu orangnya mau ditunda bayar dan kita bisa mengikatnya,maka kita harus memprosesnya menjadi uang atau menjadi kepemilikan permanen. Pembelian adalah ikatan awal, pembelian adalah proses pertama yang harus Anda lalui untuk sebelum proses memilik. Dengan diikat maka kita baru bisa melanjutkan kepada proses selanjutnya.

Yang jelas proses untuk memiliki rumah itu dapat secara langsung dan tidak langsung. Setelah kita dapat mengikat sebuah rumah dalam bentuk transaksi awal yang sering kita sebut dengan pembelian,sebenarnya akan ada dua keputusan yang harus Anda ambil. Kita melakuan pembelian tujuannya untuk memilik rumah,hanya saja apakah rumah yang kita beli itu adalah rumah yang memang ingin kita tinggali atau sebagai sebuah jembatan untuk mendapatkan sebuah rumah yang ingin kita miliki. Kita hrus melihat kondisi kenyataan kita sendiri. Apakah kita sudah mampu menggunakan proses pertama ini, pembelian langsung menjadi rumah yang memang akan kita miliki dan tinggali atau hanya jembatan untuk menuju rumah idaman Anda.

Ingat diantara Anda ada beberapa yang memang tidak bisa langsung memainkan proses untuk memilikinya. Anda harus memutar terlebih dahulu sehingga sampai suatu tahapan bahwa anda telah memiliki cukup uang dan kemampuan untuk melakukan proses memiliki rumah anda atau rumah impian anda.

Saya akan menunjukkan kepada anda cara yang pertama terlebih dahulu yaitu memanfaatkan transaksi pertama untuk  batu loncatan memiliki rumah idaman anda. Yaitu mengkonversi proses ini untuk menjadi uang dan dari uang itu anda baru dapat memiliki rumah idaman anda.

1. Mengubah pembelian properti tanpa uang menjadi uang.

Dengan kondisi properti yang telah diikat Anda dapat mengubah situasi ini menjadi hal yang mendatangkan uang buat Anda. Dengan cara menjualkan kembali rumah tersebut kepada orang lain dan mendapat keuntungannya.

Istilah untuk lebih memahaminya Andalah sementara telah mendapatkan properti tersebut tanpa uang dan langsung menggunakan jurus-jurus yang ada untuk mendapatkan uang atau capital gain (selisih keuntungan) dari pembelian ke penjualan.

Misalnya dari transaksi ini anda dapat memperoleh uang tunai senilai Rp200.000.000,- tentunya uang itu cukup untuk membeli rumah Anda sendiri. Lakukan secara berulang kemudian sampai kita mencapai kekuatan untuk mendapatkan rumah idaman baru,kita melakukan proses pembelian dan kepemilikan untuk rumah kita sendiri.

2. Mengubah kepemilikan sementara menjadi permanen dengan membayar menggunakan uang "orang lain"

Kondisi yang telah terikat inilah kunci awal keberhasilan yang kita lakukan. Bagaimana kita mengubah kondisi ini menjadi kepemilikan permanen. Menjadi properti milik kita sendiri. Bukan hanya sekedar ikatan,tetapi benar-benar menjadi milik kita sepenuhnya. Hanya saja kita membayar menggunakan uang orang lain.




Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel